Selasa, 20 Oktober 2015

Go Green, Dari Sekolah ke Lingkungan Rumah

Dalam satu dekade terakhir ini, isu mengenai pemanasan global telah menyebar ke penjuru dunia. Isu ini merupakan sebuah permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh penduduk bumi dan membutuhkan komitmen seluruh negara di bumi. Penanganan masalah pemanasan global memerlukan kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah di segala bidang, baik bidang pendidikan, bidang sosial budaya, bidang kesehatan, dan bidang lainnya. Kerjasama yang baik ini akan membuahkan hasil yang akan bermanfaat bagi kehidupan di bumi secara luas, keindahan, kesehatan, serta ketenangan hati. 

Di Indonesia sendiri, program untuk menangani masalah pemanasan global biasa disebut ‘Go Green’. Program ini telah masuk ke beberapa bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan ada satu program yaitu bernama sekolah program Adiewiyata. Program ini bertujuan untuk mengajak sekolah-sekolah di Indonesia untuk menciptakan suasana lingkungan sekolah yang hijau dan segar. Fokus utama program Adiewiyata adalah mengajak untuk peduli lingkungan. Sekolah yang telah memenuhi persyaratan akan mendapatkan gelar sebagai sekolah Adiewiyata.

Saat ini lingkungan sudah semakin rusak dan menyedihkan. Banyaknya pembangunan gedung dan jalan yang sudah merambah sampai ke pelosok desa telah memberikan dampak buruk bagi keadaan lingkungan. Semakin berkurangnya daerah resapan air akan menyebabkan banjir. Penebangan pohon secara sembarangan serta kurangnya reboisasi pada lahan gundul akan menyebabkan tanah longsor dan berkurangnya kadar oksigen di bumi. 

Kenyataan di atas belum merupakan akhir dari rentetan masalah yang dapat menyebabkan pemanasan global. Masalah lain timbul dari limbah dan asap pabrik serta pembakaran sampah yang akan menimbulkan kumpulan gas yang mempengaruhi timbulnya efek rumah kaca, yang pada akhinya akan membuat bumu semakin panas. Hal ini akan menyebabkan pencairan es di kutub utara, sehingga air laut akan meningkat. Dengan begitu, lama-kelamaan daratan di bumi akan semakin berkurang jumlahnya. 

Untuk itulah sekolah sebagai wadah bagi kaum intektualitas membiasakan diri untuk berperilaku menjaga lingkungan hidup. Melalui program Adiewiyata, sekolah dapat mengajak para siswa untuk menjaga lingkungan dan melakukan reboisasi di lingkungan sekolah agar lingkungan sekolah menjadi hijau. Tidak hanya putus di lingkungan sekolah saja, sekolah juga menghimbau siswa untuk meneruskan apa yang telah dipraktekkan di sekolah tersebut ke lingkungan di sekitar rumahnya dan jika memungkinkan ke lingkungan yang lebih luas lagi.

Selain melalui program Adiewiyata, sekolah juga dapat menyisipkan program Go Green ke dalam proses pembelajaran. Dalam pelajaran Tematik Sekolah Dasar kelas 4 kurikulim 2013, ada beberapa kegiatan pembelajaran yang pada intinya mengajak siswa untuk menjaga lingkungan. Sebagai contoh adalah pemanfaatan barang bekas seperti botol dan kardus untuk membuat boneka diri, kardus bekas untuk membuat bingkai foto, membuat pupuk kompos dari kotoran hewan dan daun kering, memanfaatkan botol bekas untuk menanam tanaman hias, dan sebagainya.

Kegiatan-kegiatan seperti di atas dapat merangsang minat siswa untuk dapat belajar dengan menyenangkan.Namun, poin pentingnya yang ingin dicapai adalah memaduan antara kreativitas siswa dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan begitu guru dapat menilai tingkat kreativitas siswa dan karakter yang ada pada diri siswa tersebut. Selain itu, berkaitan dengan kepedulian lingkungan, dengan memanfaatkan barang bekas tersebut, maka akan mengurangi proses pembakaran dan mengajarkan kepada siswa untuk tidak membudayakan budaya konsumtif. Melalui program-program ini maka akan membiasakan semua warga sekolah untuk cinta lingkungan.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar